Di dalam sebuah percetakan uang di BI telah di cetak banyak uang kertas maupun logam, diantaranya uang Rp 1000 dan Rp 100.000.
uang seribu di edarkan bersamaan dgn uang yang lainya lalu uang seribu berkata kpda uang seratus ribu "hei kawan, kita akan berpisah, semoga aku beruntung menjadi uang yg berguna kawan" seratus ribu berkata "ya kudo'akan saja kawan, tapi itu tak akan mungkin, tapi smoga beruntung kawan" seribu menjawab "amin kawan, sampai jumpa".
setelah satu bulan, mereka bertemu di sebuah dompet mahasiswa. seratus ribu berkata "hai kawan, akhirnya kita berjumpa ya, sudah satu bulan kita tak jumpa, gimana keadaanmu sebulan ini?" seribu menjawab "keadaanku kadang baik kadang tak baik, kalau kamu?" "hahahaha...aku selalu baik kawan, aku selalu berada di dompet yang wangi, kulit dan sering kali aku berada di dompet dompet para petinggi negara, tapi dirimu sudah sangat kusam, hitam, dan hampir tak terlihat lagi gambar pahlawan di tubuhmu, sedangkan aku masih bersih, wangi dan hanya berada di dalam dompet dompet bagus" seribu lalu berkata "aku tahu diriku kini kusam, hitam, bertempat di dalam dompet org msikin yang bau, berada di dompet para penjual bubur, penjual ayam, penjualn sayuran, aku tahu, aku tak pernah berada di dalam dompet petinggi negara, namun satu hal yang harus kau tahu, aku hampir setiap hari berada di dalam kotak amal masjid, dan tak aku lihat bentukmu disitu"
seratus ribu hanya terdiam.
thankz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar