Sabtu, 30 April 2011

rada GeJe ^_^

hhaalloo blogku yg ancur abizz...!!! gman kbarmu yg g pernah tak urusin?? yaudah deh gua kasian ama loe...tak kasih entri baru ni,,,ikhlas yyooaa...ckckck
yukk mari kita tengok entri gua,,,slamat membaca....

Pagi itu kulangkahkan kakiku untuk mencari sebuah kaos biru, celana pendek putih, kaos kaki putih, dan tak lupa sepatu specs oren kesayaganku.
Aku merasa lebih enteng, lebih nyaman dan senang di pagi ini karena hari ini hari yang lumayan bersejarah dalam karir SMA ku. Aku dan kawan kawan SMART Football Club akan menjalani partai penting dalam lanjutan kompetisi LIPIO. Aku bersemangat, dan juga teman temanku. Ku melangkah menuju lapangan kebanggaan SMA ku yang juga di gunakan untuk perhelatan LIPIO ini. Semua anggota klub sudah hadir di samping lapangan dan tak terkecuali pelatih kami yang sedang memberi instruksi kepada kami.
Setelah melakukan pemanasan dan berdo'a, kamipun langsung menuju lapangan dan aku pastinya sangat deg deg-an, mengingat suporter dari tim lawan sudah standby dari setengah jam yang lalu, sementara suporter dan seseorang yang kutunggu tunggu belumlah datang. Perangkat pertandingan mulai mengecek semua perlengkapan pertandingan, sambil menunggu kesiapan para wasit, aku masih melihat gerbang lapangan, berharap para suporter dan someone yang kutunggu tunggu datang.
Prrriiitttt......!!! Tanda pertandingan dimulai, riuh suara para suporter lawan membuana, namun tak kudengar satupun meneriakkan suara untuk kami. Pertandingan masih berjalan dengan tempo lambat dan kedua tim sangat berhati hati, akupun sesekali melihat ke gerbang sekolah, namun hasilnya nihil.
SMT SMT SMT SMT...... Akhirnya suara yang aku tunggu tunggu datang, dan seseorang yang kuharapkan hadir-pun juga telah berada di samping lapangan bersama suporter lainnya, aku sangat senang, semangatku makin bertambah tiga kali lipat, 1 untukku, 2 untuk para suporter dan 3 untuk dia.
Permainan ngotot yang di peragakan kedua tim menang menghibur para penonton, dan tak sedikit kejadian adu fisik yang terjadi.
Prriitt...Prriittt....Prriittt.... Tanda pertandingan usai telah dibunyikan, namun kedua tim belum satupun memasukkan bola ke gawang, akhirnya adu pinalti menjadi penentu kemenangan. Di samping lapangan ku lihat wajah cemas para suporter, pelatih, guru, dan kami. Aku ditunjuk sebagai algojo pinalti, dan aku menerimanya. Bismillah.....
Teringat harapan harapan para orang tua, guru, teman teman dan lainya masih berkecamuk dalam pikiranku, namun aku harus tetap tenang. Kulihat wajah dia sebelum aku masuk lapangan, aku tersenyum melihatnya, dia membuatku semangat, dan lebih baik, dalam hatiku berkata "thanks eneng"
Hooree hhoooreee hhoorree.....!! itulah kata tanda kemenangan tim lawan. Aku dan semuanya masih tertunduk merasakan pahitnya kekalahan. Gol pinaltiku tak mampu menyelamatkan tim ini untuk meraih kemenangan karena satu pinalti yang tak mampu untuk temanku sarangkan ke gawang lawan, sementara tim lawan mampu melesakkan semua gol ke gawang kami.

Masih terasa sekali sakitnya kekalahan, namun tahun depan aku yakin kami mampu untuk menjadi juara, demi semua yang telah berharap pada kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar